tak semudah itu menghapus tentangmu,
tak bisa kah kau menghapus dan melupakan semua tentang kita?!
kita tidak mungkin bersatu.
aku hanya mencelakaimu.
aku hanya membunuhmu.
dan kau jua akan membunuhku sesuka hatimu.
kita berdua berbeda.
sangat berbeda.
kau dengan keegoisanmu.
aku dengan masalahku.
harusnya kau lupakan itu.
pergilah sesuka hatimu, aku tak akan mencarimu.
pergilah dengan bidadarimu aku tak akan mengganggumu.
berhentilah mengusikku.
aku harus terbiasa dengan permainan ini,
namun aku tak terbiasa, ini sangat membunuhku.
tak ada kah iba dalam hatimu untuk melepasku?
aku terlalu lemah melepasmu.
hiduplah seolah kau tak mengenalku.
hiduplah seperti kau bersamanya selalu.
lupakan aku.
jangan hadir walau hanya bayang dan suaramu.
ku relakanmu bersama waktu.
jangan hadir dan membunuhku.
ini sudah cukup bagiku.
ada dan tiadanya dirimu memang seharusnya tak berarti dihidupku.
Selasa, 23 Februari 2016
hurt me
mungkin saat ini aku hanya terdiam,
mungkin saat ini aku hanya memandang bayangmu dalam cerminku,
mungkin aku hanya bermimpi mendengar suaramu dalam ponselku.
tapi aku punya cinta,
tapi aku punya rindu yan tak terduga,
tapi aku punya raga yang terlalu lelah dalam diam.
continue...
mungkin saat ini aku hanya memandang bayangmu dalam cerminku,
mungkin aku hanya bermimpi mendengar suaramu dalam ponselku.
tapi aku punya cinta,
tapi aku punya rindu yan tak terduga,
tapi aku punya raga yang terlalu lelah dalam diam.
continue...
bintang di siang hari
bukan soal kehidupan, namun tentang hati yang terluka.
bukan tentang masa depan, tapi ini cinta.
mungkin aku tak pernah bermimpi lagi setelah ini, aku bahagia bersamanya, bersama ia yang selalu membantuku mengemasi plastik dan gelas bekas hasil pencarianku di terangnya kota.
"hai kamu, tidur gih, udah malem", suara khas Rian nan lembut selalu menemani sebelum aku benar-benar terlelap di atas tikar nan hangat.
bukan tentang masa depan, tapi ini cinta.
mungkin aku tak pernah bermimpi lagi setelah ini, aku bahagia bersamanya, bersama ia yang selalu membantuku mengemasi plastik dan gelas bekas hasil pencarianku di terangnya kota.
"hai kamu, tidur gih, udah malem", suara khas Rian nan lembut selalu menemani sebelum aku benar-benar terlelap di atas tikar nan hangat.
Langganan:
Komentar (Atom)
biarlah
biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...
-
Bagaimana belajar itu aku tak pernah mengetahuinya, yang aku tahu adalah bagaimana ujian itu, bagaimana hasilnya nanti aku akan tetap mela...
-
Udara dingin begitu melekat, menghentikan semua denyut nadi dalam darahku. Beku seketika, tanpa harapan yang pasti, bahkan tanpa tujuan. t...
-
Dari makanan semua berasal, Apa yang kamu makan itulah yang terpancarkan. Yg halal akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. U...