bukan soal kehidupan, namun tentang hati yang terluka.
bukan tentang masa depan, tapi ini cinta.
mungkin aku tak pernah bermimpi lagi setelah ini, aku bahagia bersamanya, bersama ia yang selalu membantuku mengemasi plastik dan gelas bekas hasil pencarianku di terangnya kota.
"hai kamu, tidur gih, udah malem", suara khas Rian nan lembut selalu menemani sebelum aku benar-benar terlelap di atas tikar nan hangat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
biarlah
biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...
-
Bagaimana belajar itu aku tak pernah mengetahuinya, yang aku tahu adalah bagaimana ujian itu, bagaimana hasilnya nanti aku akan tetap mela...
-
Udara dingin begitu melekat, menghentikan semua denyut nadi dalam darahku. Beku seketika, tanpa harapan yang pasti, bahkan tanpa tujuan. t...
-
Dari makanan semua berasal, Apa yang kamu makan itulah yang terpancarkan. Yg halal akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. U...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar