Minggu, 16 Oktober 2016

Bukan Soal

Bukan soal pendidikannya.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Yang terutama itu adalah kesabarannya.
Janganlah mengecilkan kesabaran setiap jiwa selain diri kita,
Kita tak akan pernah tau apa yg telah dihadapi dalam hidupnya.
Karena kesabaran itu ada beberapa fase yg tak akan pernah kita tau tingkatannya..
Selain mengecilkan akan membuat luka kecil dalam hatinya, semua itu pula dapat mengecilkan rasa syukur kita kepada Allah.
Merasa diri telah melewati ribuan kisah, hingga membuat kisah orang lain terlihat biasa.
Tidak sama sekali.
Belajar bersabar memandang dengan tatapan harapan penuh kebaikan, berbicara dengan kata kata dan irama yang sangat baik kepada org tersebut termasuk kesabaran utk membuat hidup setiap jiwa jiwa lebih berarti.
Kesabaran dalam memandang, tahan pandanganmu, tahan bicaramu, tahan perilakumu, tahan bahasa tubuhmu, tahan, yah itu ajaran agama kita.
Apapun yg terjadi berupa keburukanpun tetap adalah kebaikan, baik buruknya takdir islam itu terap baik, hanya bagaimana kamu menahannya hingga tidak berlebih lagi.
Memaklumi tanpa bergemuruh di dalam hati. Memaklumi dan menahan setiap bersekelibat yg ada dalam hatimu.
Allah maha pengampun.
Maha pemaaf.
Apakah kamu tidak.
Karena itu.
Bukan soal pendidikannya.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Tapi kesabarannya.
Tak selamanya kebaikan akan berbuah kebaikan. Terus terus akan melewati beberapa ujian tingkatan kesabaran.
Menahan hatimu utk tidak bergumam atas takdir jiwa lain pula merupakan kesabaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

biarlah

biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...