Karena..
Bila hanya menuruti perasaan kita saja.
Yah. Semua tidak adil "TIDAK ADIL".
Namun Tuhan Berkehendak lain.
Huft.
Selalu dipersalahkan.
Selalu dan selalu.
Jangan bermanis ria. Karena semua bulsit.
Biar orang pun perih, biar itu jadi bagiannya, bukan bagianku.
Fuck.
Rabu, 19 Oktober 2016
Minggu, 16 Oktober 2016
Bukan Soal
Bukan soal pendidikannya.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Yang terutama itu adalah kesabarannya.
Janganlah mengecilkan kesabaran setiap jiwa selain diri kita,
Kita tak akan pernah tau apa yg telah dihadapi dalam hidupnya.
Karena kesabaran itu ada beberapa fase yg tak akan pernah kita tau tingkatannya..
Selain mengecilkan akan membuat luka kecil dalam hatinya, semua itu pula dapat mengecilkan rasa syukur kita kepada Allah.
Merasa diri telah melewati ribuan kisah, hingga membuat kisah orang lain terlihat biasa.
Tidak sama sekali.
Belajar bersabar memandang dengan tatapan harapan penuh kebaikan, berbicara dengan kata kata dan irama yang sangat baik kepada org tersebut termasuk kesabaran utk membuat hidup setiap jiwa jiwa lebih berarti.
Kesabaran dalam memandang, tahan pandanganmu, tahan bicaramu, tahan perilakumu, tahan bahasa tubuhmu, tahan, yah itu ajaran agama kita.
Apapun yg terjadi berupa keburukanpun tetap adalah kebaikan, baik buruknya takdir islam itu terap baik, hanya bagaimana kamu menahannya hingga tidak berlebih lagi.
Memaklumi tanpa bergemuruh di dalam hati. Memaklumi dan menahan setiap bersekelibat yg ada dalam hatimu.
Allah maha pengampun.
Maha pemaaf.
Apakah kamu tidak.
Karena itu.
Bukan soal pendidikannya.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Tapi kesabarannya.
Tak selamanya kebaikan akan berbuah kebaikan. Terus terus akan melewati beberapa ujian tingkatan kesabaran.
Menahan hatimu utk tidak bergumam atas takdir jiwa lain pula merupakan kesabaran.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Yang terutama itu adalah kesabarannya.
Janganlah mengecilkan kesabaran setiap jiwa selain diri kita,
Kita tak akan pernah tau apa yg telah dihadapi dalam hidupnya.
Karena kesabaran itu ada beberapa fase yg tak akan pernah kita tau tingkatannya..
Selain mengecilkan akan membuat luka kecil dalam hatinya, semua itu pula dapat mengecilkan rasa syukur kita kepada Allah.
Merasa diri telah melewati ribuan kisah, hingga membuat kisah orang lain terlihat biasa.
Tidak sama sekali.
Belajar bersabar memandang dengan tatapan harapan penuh kebaikan, berbicara dengan kata kata dan irama yang sangat baik kepada org tersebut termasuk kesabaran utk membuat hidup setiap jiwa jiwa lebih berarti.
Kesabaran dalam memandang, tahan pandanganmu, tahan bicaramu, tahan perilakumu, tahan bahasa tubuhmu, tahan, yah itu ajaran agama kita.
Apapun yg terjadi berupa keburukanpun tetap adalah kebaikan, baik buruknya takdir islam itu terap baik, hanya bagaimana kamu menahannya hingga tidak berlebih lagi.
Memaklumi tanpa bergemuruh di dalam hati. Memaklumi dan menahan setiap bersekelibat yg ada dalam hatimu.
Allah maha pengampun.
Maha pemaaf.
Apakah kamu tidak.
Karena itu.
Bukan soal pendidikannya.
Bukan soal hartanya.
Bukan soal pakaiannya.
Tapi kesabarannya.
Tak selamanya kebaikan akan berbuah kebaikan. Terus terus akan melewati beberapa ujian tingkatan kesabaran.
Menahan hatimu utk tidak bergumam atas takdir jiwa lain pula merupakan kesabaran.
Minggu, 25 September 2016
kisah
gak kerasa ya re,,
cinta hadir dan pergi gitu aja,
bersemayam bersama kenangan pada masing-masing jiwa,
mungkin terlalu berat untuk diungkap dan rela melepas kebersamaan.
Tanpa alasan yang diutarakan, tanpa senyuman yang kembali pulang.
lalu berganti dengan jiwa baru yang hampir sama, selalu seperti itu, dan selalu sama.
hingga memutuskan berakhirnya suatu perjalanan, namun ia pun pergi.
hanya memendam rasa dalam kesendirian, adakah cinta hadir tanpa kehadiran,
adakah cinta tumbuh tanpa kebersamaan, sementara yang dicintapun tahu persis bagaimana rasa itu.
menyiksa sungguh menyiksa.
ingin merangkai kisah baru, namun harus memiliki keluasan hati, aku tak memilikinya.
Betapa menyiksanya kehilanganmu.
cinta hadir dan pergi gitu aja,
bersemayam bersama kenangan pada masing-masing jiwa,
mungkin terlalu berat untuk diungkap dan rela melepas kebersamaan.
Tanpa alasan yang diutarakan, tanpa senyuman yang kembali pulang.
lalu berganti dengan jiwa baru yang hampir sama, selalu seperti itu, dan selalu sama.
hingga memutuskan berakhirnya suatu perjalanan, namun ia pun pergi.
hanya memendam rasa dalam kesendirian, adakah cinta hadir tanpa kehadiran,
adakah cinta tumbuh tanpa kebersamaan, sementara yang dicintapun tahu persis bagaimana rasa itu.
menyiksa sungguh menyiksa.
ingin merangkai kisah baru, namun harus memiliki keluasan hati, aku tak memilikinya.
Betapa menyiksanya kehilanganmu.
Jumat, 01 Juli 2016

Mungkin hanya terlihat indah,
Mungkin seperti lainnya,
Mungkin dan mungkin.
Namun aku menyukainya, bahkan menyenanginya, butuh kesabaran, ketenangan, inspirasi warna, dan keahlian yang hadir karena terbiasa.
Sedikit lelah, sedikit bersusah, sedikit payah, sedikit tergores, dan sedikit tak kuasa melihat persaingan.
Tak mengapa, carilah penyemangatmu, tanamkan ia di hidupmu, carikan cara termudah dan berusaha.
Maka kau akan bahagia.
Sekalipun hanya memandangnya.
:)
Rabu, 22 Juni 2016
Selasa, 23 Februari 2016
selamat tinggal
tak semudah itu menghapus tentangmu,
tak bisa kah kau menghapus dan melupakan semua tentang kita?!
kita tidak mungkin bersatu.
aku hanya mencelakaimu.
aku hanya membunuhmu.
dan kau jua akan membunuhku sesuka hatimu.
kita berdua berbeda.
sangat berbeda.
kau dengan keegoisanmu.
aku dengan masalahku.
harusnya kau lupakan itu.
pergilah sesuka hatimu, aku tak akan mencarimu.
pergilah dengan bidadarimu aku tak akan mengganggumu.
berhentilah mengusikku.
aku harus terbiasa dengan permainan ini,
namun aku tak terbiasa, ini sangat membunuhku.
tak ada kah iba dalam hatimu untuk melepasku?
aku terlalu lemah melepasmu.
hiduplah seolah kau tak mengenalku.
hiduplah seperti kau bersamanya selalu.
lupakan aku.
jangan hadir walau hanya bayang dan suaramu.
ku relakanmu bersama waktu.
jangan hadir dan membunuhku.
ini sudah cukup bagiku.
ada dan tiadanya dirimu memang seharusnya tak berarti dihidupku.
tak bisa kah kau menghapus dan melupakan semua tentang kita?!
kita tidak mungkin bersatu.
aku hanya mencelakaimu.
aku hanya membunuhmu.
dan kau jua akan membunuhku sesuka hatimu.
kita berdua berbeda.
sangat berbeda.
kau dengan keegoisanmu.
aku dengan masalahku.
harusnya kau lupakan itu.
pergilah sesuka hatimu, aku tak akan mencarimu.
pergilah dengan bidadarimu aku tak akan mengganggumu.
berhentilah mengusikku.
aku harus terbiasa dengan permainan ini,
namun aku tak terbiasa, ini sangat membunuhku.
tak ada kah iba dalam hatimu untuk melepasku?
aku terlalu lemah melepasmu.
hiduplah seolah kau tak mengenalku.
hiduplah seperti kau bersamanya selalu.
lupakan aku.
jangan hadir walau hanya bayang dan suaramu.
ku relakanmu bersama waktu.
jangan hadir dan membunuhku.
ini sudah cukup bagiku.
ada dan tiadanya dirimu memang seharusnya tak berarti dihidupku.
hurt me
mungkin saat ini aku hanya terdiam,
mungkin saat ini aku hanya memandang bayangmu dalam cerminku,
mungkin aku hanya bermimpi mendengar suaramu dalam ponselku.
tapi aku punya cinta,
tapi aku punya rindu yan tak terduga,
tapi aku punya raga yang terlalu lelah dalam diam.
continue...
mungkin saat ini aku hanya memandang bayangmu dalam cerminku,
mungkin aku hanya bermimpi mendengar suaramu dalam ponselku.
tapi aku punya cinta,
tapi aku punya rindu yan tak terduga,
tapi aku punya raga yang terlalu lelah dalam diam.
continue...
bintang di siang hari
bukan soal kehidupan, namun tentang hati yang terluka.
bukan tentang masa depan, tapi ini cinta.
mungkin aku tak pernah bermimpi lagi setelah ini, aku bahagia bersamanya, bersama ia yang selalu membantuku mengemasi plastik dan gelas bekas hasil pencarianku di terangnya kota.
"hai kamu, tidur gih, udah malem", suara khas Rian nan lembut selalu menemani sebelum aku benar-benar terlelap di atas tikar nan hangat.
bukan tentang masa depan, tapi ini cinta.
mungkin aku tak pernah bermimpi lagi setelah ini, aku bahagia bersamanya, bersama ia yang selalu membantuku mengemasi plastik dan gelas bekas hasil pencarianku di terangnya kota.
"hai kamu, tidur gih, udah malem", suara khas Rian nan lembut selalu menemani sebelum aku benar-benar terlelap di atas tikar nan hangat.
Langganan:
Komentar (Atom)
biarlah
biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...
-
Bagaimana belajar itu aku tak pernah mengetahuinya, yang aku tahu adalah bagaimana ujian itu, bagaimana hasilnya nanti aku akan tetap mela...
-
Udara dingin begitu melekat, menghentikan semua denyut nadi dalam darahku. Beku seketika, tanpa harapan yang pasti, bahkan tanpa tujuan. t...
-
Dari makanan semua berasal, Apa yang kamu makan itulah yang terpancarkan. Yg halal akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. U...

