Tuhan,,
Berbagai rasa telah aku rasakan, sepertinya.
Semakin bodoh aku ini Tuhan,
Semakin banyak pula orang bodoh sepertiku yang hanya banyak bicara dan merasa pintar.
Muak aku melihat nya Tuhan.
Ingin aku dorong iya dan mematikan sebagai kuman yang tak berarti.
Mengapa manusia seperti itu ada?, yah sama seperti aku Tuhan.
Muak Tuhan.
Tapi aku berharap ini adalah yang terbaik Tuhan.
Kesimpulan apa yang bisa aku dapatkan dari sebuah "entri rasa ini.
Muak Tuhan.
Aku muak.
Menjijikan rasanya.
Diri yang bagaimana diriku ini Tuhan.
Angkuh sekali rasanya.
Aku ingin bercinta Tuhan.
Maaf aku nakal.
Bosan aku melihat kebodohan dimana - dimana.
Merasa pintar namun tak berarti.
Ingin aku enyahkan.
Ingin sekali aku bersama nya Tuhan....
tanpa penyelesaian yang berarti.
Jumat, 05 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
biarlah
biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...
-
Bagaimana belajar itu aku tak pernah mengetahuinya, yang aku tahu adalah bagaimana ujian itu, bagaimana hasilnya nanti aku akan tetap mela...
-
Udara dingin begitu melekat, menghentikan semua denyut nadi dalam darahku. Beku seketika, tanpa harapan yang pasti, bahkan tanpa tujuan. t...
-
Dari makanan semua berasal, Apa yang kamu makan itulah yang terpancarkan. Yg halal akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. U...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar