Blok,
Simpan
Blok,
Simpan
Blok,
Simpan
Ahh.. bodohnya aku karenanya.
Bodohnya karena kucinta.
Aku ingin menyalin puisiku untukmu cinta.
Mengapa aku blok lalu simpan, blok aku simpan.
Inginnya kublok lalu aku salin ditempat yang lebih indah.
Inginnya kublok lalu kau juga membacanya.
Ahh..
Detik detik karena cinta.
Doni.
Sabtu, 17 Maret 2018
Dawai dawai pesta
Malam menerbitkan sinarnya pada mata yang lelah,
Binar binar bintang mulai ada saat pesta berdansa.
Entah apa dan bagaimana.
Tak seirama dengan dawai dan nada.
Malam menunggu usang dan bertemu dengan cahaya.
Segelintir meta berjuang bersamanya
Malam pergi dan meta terus menemani,
Malam pergi dan meta tak beranjak pergi.
Cahaya tetap ada dan malam akan kembali.
Cahaya tetap ada dan bertemu malam kembali.
Dawai dawai pesta antara malam dan embun pagi,
Dawai dawai pesta tak seindah di alam mimpi.
Binar binar bintang mulai ada saat pesta berdansa.
Entah apa dan bagaimana.
Tak seirama dengan dawai dan nada.
Malam menunggu usang dan bertemu dengan cahaya.
Segelintir meta berjuang bersamanya
Malam pergi dan meta terus menemani,
Malam pergi dan meta tak beranjak pergi.
Cahaya tetap ada dan malam akan kembali.
Cahaya tetap ada dan bertemu malam kembali.
Dawai dawai pesta antara malam dan embun pagi,
Dawai dawai pesta tak seindah di alam mimpi.
Kuat rasa atau kuat marah
Lari lari awalnya
Senang senang awalnya
Lama lama bicaranya banyak
Lama lama bicaranya rusak
Tolong menolong prinsipnya
Baik hati katanya
Lama lama dirasa - rasa
Lama lama kuat juga suaranya
Awalnya manis, manis sekali
Perasa manis pun angkat tangan manisnya.
Eh..
Ternyata marah, ternyata perasa, ternyata marah, ternyata perasa.
Itu bukan perasa tapi marah.
Itu bukan rasa tapi amarah.
Tak baiklah, tinggalkan saja.
Tak berguna karena kuat marahnya.
Senang senang awalnya
Lama lama bicaranya banyak
Lama lama bicaranya rusak
Tolong menolong prinsipnya
Baik hati katanya
Lama lama dirasa - rasa
Lama lama kuat juga suaranya
Awalnya manis, manis sekali
Perasa manis pun angkat tangan manisnya.
Eh..
Ternyata marah, ternyata perasa, ternyata marah, ternyata perasa.
Itu bukan perasa tapi marah.
Itu bukan rasa tapi amarah.
Tak baiklah, tinggalkan saja.
Tak berguna karena kuat marahnya.
Aku rindu
Mah..
Mamah dimana
Mamah sama siapa
Mamah lagi apa
Aku rindu
Mah..
Aku rindu
Mah..
Aku rindu
Mamah, aku ini anak siapa
Mamah, aku ini mau bagaimana
Aku rindu
Tapi aku tak tau mengapa aku rindu
Aku saja tidak tau apa itu rindu.
Bagus saja kata-katanya,
Karena itu aku suka rindu.
Sepertinya artinya baik,
Sepertinya artinya menyenangkan.
Sepertinya artinya menyimpan hal yang mengenakkan.
Aku rindu mah..
Ajari aku rindu.
Aku ingin rindu, lalu kita bertemu.
Aku ingin rindu, lalu kita bertemu.
Ternyata kipas anginku mati.
Aku tak jadi rindu.
Mamah dimana
Mamah sama siapa
Mamah lagi apa
Aku rindu
Mah..
Aku rindu
Mah..
Aku rindu
Mamah, aku ini anak siapa
Mamah, aku ini mau bagaimana
Aku rindu
Tapi aku tak tau mengapa aku rindu
Aku saja tidak tau apa itu rindu.
Bagus saja kata-katanya,
Karena itu aku suka rindu.
Sepertinya artinya baik,
Sepertinya artinya menyenangkan.
Sepertinya artinya menyimpan hal yang mengenakkan.
Aku rindu mah..
Ajari aku rindu.
Aku ingin rindu, lalu kita bertemu.
Aku ingin rindu, lalu kita bertemu.
Ternyata kipas anginku mati.
Aku tak jadi rindu.
Matanya
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Hanya itu.
Hanya ada kata itu.
Hanya ada bayangan itu.
Bayangan matanya.
Tatapannya yang membuatku ingin selalu menatapnya.
Tiada lamunan yang kunantikan selain melamuni matanya.
Hanya ada bayang penyatuan jiwa bila kutatap matanya.
Hanya ada matanya yang ada pada mata ini.
Sedalam dalamnya mata, hanya ada matanya dalam mata ini.
Aku cinta.
Aku cinta.
Aku lemah tanpanya.
Aku ingin bersamanya.
Dimana saja hanya ada matanya.
Mata dia lelaki yang ada dalam mata ini.
Selamanya.
Doni.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Aku cinta padanya.
Hanya itu.
Hanya ada kata itu.
Hanya ada bayangan itu.
Bayangan matanya.
Tatapannya yang membuatku ingin selalu menatapnya.
Tiada lamunan yang kunantikan selain melamuni matanya.
Hanya ada bayang penyatuan jiwa bila kutatap matanya.
Hanya ada matanya yang ada pada mata ini.
Sedalam dalamnya mata, hanya ada matanya dalam mata ini.
Aku cinta.
Aku cinta.
Aku lemah tanpanya.
Aku ingin bersamanya.
Dimana saja hanya ada matanya.
Mata dia lelaki yang ada dalam mata ini.
Selamanya.
Doni.
Langganan:
Komentar (Atom)
biarlah
biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pengobat rasa sedihku. biarlah apa yang kulakukan ini sebagai pelajaranku untuk mengenalmu dihari na...
-
Bagaimana belajar itu aku tak pernah mengetahuinya, yang aku tahu adalah bagaimana ujian itu, bagaimana hasilnya nanti aku akan tetap mela...
-
Udara dingin begitu melekat, menghentikan semua denyut nadi dalam darahku. Beku seketika, tanpa harapan yang pasti, bahkan tanpa tujuan. t...
-
Dari makanan semua berasal, Apa yang kamu makan itulah yang terpancarkan. Yg halal akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. U...